"Aku mencintaimu karena Allah"
Selalu Allah yang menjadi alasan kita untuk memberi cinta dan menerima cinta. Cinta kita tundukan agar menjadi hamba yang selalu berpaling kepada-Nya. Menyembah kepada Zat yang Maha Agung dan Maha Pecinta, alangkah indahnya rangkaian kata cinta yang terbentuk.
Spasi adalah penghubung dan spasi adalah jembatan.
Banyak diantara kita yang mengira bahwa spasi adalah pemisah antarkata.
Spasi adalah jeda, spasi adalah jarak. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa spasi adalah penghubung antara kata-kata agar mudah dipahami dan dibaca dengan mudah? Dengan adanya spasi tiap kata dapat mempunyai makna dan menjadi jelas terbaca.
Dialah, Allah penghubung di antara kita.
Antara aku dan engkau, di antara aku dan dia, dan di antara engkau dan dia. Ketika kita dihubungkan karena Allah, maka kita pun bisa mencintai karena Allah.
Sungguh indahnya menempatkan Allah sebagai spasi di antara kita. Setiap cinta yang datang dan pergi kita pasrahkan kepada Allah, karna selalu Allah yang menjadi alasan kita untuk mencintai dan memberi cinta. "Aku mencintaimu karena Allah" Tempatkanlah Allah dalam kasta tertinggi cinta kita.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2] : 216)
Mencintai seseorang karena Allah adalah salah satu titik tertinggi yang bisa manusia capai.
Dan merupakan keindahan tersendiri bagi mata-mata yang merindu akan cinta sederhana.
Dan doa adalah cara paling jujur untuk mencintai karna Allah.
Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar