Mungkin kita tak benar-benar saling melupakan, tapi kita sedang khusuk
saling mendoakan, menunggu Tuhan mempertemukan.
Maka yakinlah pada apa yang kita percayakan.
PERCAKAPAN
lalu kemana lagi percakapan kita (desah jam
mengigilkan ruangan, kata-kata yang sudah
dikosongkan. Semakin hijau pepohonan di luar
sehabis hujan semalam; semakin merah
bunga-bunga ros di bawah jendela; dan kabut,
dan kabut yang selalu membuat kita lupa)
sehabis hujan, sewaktu masing-masing mencoba
mengingat-ingat nama, jam semakin putih tik-toknya.
Mungkin kita sama-sama menginginkan satu sama lain,
mungkinkah do’a kita sama?,
Teruskanlah do’amu itu, do’a yang mungkin sama dengan yang
ku lantunkan setiap menghadap-NYA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar